Minggu, 03 Juni 2012

PENGATURAN POSISI PADA PASIEN NYERI PERUT AKUT


LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK KDPK PENGATURAN POSISI 
PADA Tn. Y PASIEN NYERI PERUT AKUT DI BANGSAL
ASTER RSUD dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO
WONOGIRI
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Laporan Pendek Individu Praktik KDPK
Dosen Pembimbing : Renata Sanomi P S,ST
      



DI SUSUN OLEH:
NUR ANNAFI
10.03.148

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
 POLITEKNIK KESEHATAN BHAKTI MULIA SUKOHARJO
 2011



KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis persembahkan kehadirat Allah SWT, dimana berkat rahmad dan hidayahnyalah  penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan individu tugas KDPK dengan judul PENGATURAN POSISI  ini sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan.
Laporan ini kami susun berdasarkan data yang di ambil dari pasien rawaat inap di RSUD dr.SOEDIRAN MANGUN SUMARSO dan sesuai dengan kegiatan yang telah di laksanakan. Sehingga penulis berharap agar hasil penulisan lapoaran ini dapat bermanfaat sebagai informasi penting bagi para pembaca.
Penulis meyakini masih banyak sisi kekurangan dari penulisan laporan individu ini, untuk itu kritik dan saranya sangat di harapkan guna membangun perkembangan informasi sesuai dengan harapan kita bersama.






Hormat saya,

Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang
Pada dasarnya dalam membina hubungan yang baik dengan pasien adalah menciptakan rasa nyaman terhadap pasien.Salah satunya yaitu adalah Posisi.Posisi yang nyaman sangatlah penting bagi keadaan pasien pada saat beristirahat ataupun tidak melakukan aktivitas apa-apa ( berbaring ) .
Posisi yang nyaman juga mendukung tindakan perasat yang akan dilakukan, mengatur posisi ini haruslah sesuai dengan keadaan pasien ,sehingga perasat yang dilakukan berjalan dengan baik .Salah satu posisi yang dilakukan adalah Posisi fowler. Posisi ini digunakan untuk memberikan rasa nyaman pada pasien serts memfasilitasi fungsi napas pasien

B.                 Tujuan
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk mengetahui adanya kesenjangan antara teori dan praktik dilahan, maka penulis melakukan tindakan mengatur posisi fowler. Dari adanya kesenjangan tersebut penulis menjadi tahu bahwa tidak semua teori itu dilakukan pada praktik dilahan. Hanya poin dan prinsipnya saja yang sama. Sehingga penulis juga harus bisa menyesuaikan dengan keadaan dilahan

     BAB II
TINJAUAN TEORI

A.                Pengertian
Mengatur posisi pasien diatas tempat tidur demi kenyamanan pasien ataupun untuk memperlancar suatu tindakan terhadap pasien. (Asmadi, 2008)
Posisi fowler adalah posisi pasien setengah duduk atau duduk, dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikan. Posisi ini di lakukan untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi pernapasan pasien.( Uliyah,2008 )
B.                 Tujuan ( Uliyah, 2008)
-                      Memberikan kenyamanan
-                      memberi kemudahan dalam fungsi pernapasan psien

A.                Indikasi ( Uliyah, 2008)
-                      pasien dengan gangguan rasa nyaman nyeri daerah abdomen
-                      pasien dengan gangguan  fungsi napas

A.                Anatomi dan Fisiologi (wikipedia ,2009)
Pengaturan posisi yang sangat berperan penting adalah bagian tangan ,kaki dan badan. Tangan adalah bagian tubuh di ujung suatu lengan. Sebagian besar manusia memiliki dua tangan, biasanya dengan empat jari dan satu ibu jari. Bagian dalam tangan adalah telapak tangan. Jika jari-jari ditekuk erat, tangan akan membentuk suatu kepalan.
Kaki merupakan salah satu anggota tubuh hewan atau manusia yang digunakan untuk berjalan. Kaki terdiri dari beberapa bagian, termasuk telapak kaki, sendi yang bekerja dalam suatu sistem terpadu sehingga memungkinkan bagi inang untuk berjalan.
Pada makhluk hidup, tubuh atau badan adalah bagian fisik materi manusia atau hewan, yang dapat dikontraskan dengan roh, sifat, dan tingkah laku.Tubuh sering digunakan dalam konteks dengan penampilan, kesehatan, dan kematian.

B.                 Persiapan
1.                  Persiapan Alat
-                      Tempat tidur
-                      Bantal kecil
-                      Sarung tangan (bila perlu)
-                      Gulungan handuk

1.                  Persiapan Pasien
-                      `Memberi salam dan identifikasi
-                      Memberitahu pasien tujuan dan prosedur

1.                  Persiapan Perawat
a.                   Mencuci tangan meliputi :
-            Melepas semua benda yang ada di tangan;
-            Menggunakan sabun;
-            Membilas dengan air besih;
-            Mengeringkan dengan handuk / lap kering;
-            Dilakukan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
b.    Memakai Hand Scoon (sarung tangan).
c.    Menjelaskan prosedur tindakan pada klien.
A.                Prosedur Tindakan 
NO
PROSEDUR TINDAKAN
1.
Memberi salam dan identifikaasi
2.
Memberitahu tujuan dan prosedur tindakan
3.
Memasang sampiran atau menutup korden
4.
Mendekatkan alat-alat
5.
Mencuci tangan dan memakai handscoon
6.
Dudukan pasien
7.
Meletakan sandaran pada tempat tidur
8.
Mengatur tempat tidur untuk posisi fowler
9.
Bantu pasien untuk bersandar
10.
Anjurkan pasien untuk tetap berbaring di posisi yang telah di berikan.
11
Mengobservasi tingkat kenyamanan pasien
12
Melepas sarung tangan
13
Mencuci tangan

B.                 Evaluasi
1.                  Pasien merasa nyaman
2.                  Pasien dapat beristirahat secara teratur
3.                  rasa nyeri perutnya berkurang
4.                  fungsi napas berjalan dengan baik



BAB III
LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTIK KDPK

A.                Biodata
1. Identitas
            Nama                           : Tn. Y            
            Umur                           : 70 tahun
            Agama                         : Islam
            Jenis kelamin               : Laki-laki
            Alamat                                    : Slogohimo, Wonogiri
            No RM                        : 364897
            pelaksanaan                 : 19 juli 2011
2.     Keluhan utama            : pasien merasa perutnya mual dan nyeri
3.     Diagnosa                     : Nyeri perut akut
4.     Terapi                           : infus              : RL 20 tetes/ menit
injeksi             : cefotaxime 2 x I gr
ranitidin 2 x 1 ampul (3 cc)
phenetoin 2 x 1 gr

















A.                Pelaksanaan Tindakan
            Dilaksanakan pada tanggal 19 juli 2011 jam 05:30 WIB
NO
PELAKSANAAN TINDAKAN
RASIONALISASI
1
Memberi salam dan identifikasi
Memastikan data pasien
2
Menjelaskan prosedur tindakan yang dilakukan
Memudahkan pasien untuk mengerti tindakan yang dilakukan
3
Mendekatkan alat-alat
Efisiensi waktu
4
Menutup korden
Agar pasien tidak merasa malu
5
Mencuci tangan
Mencegah transmisi mikroorganisme
6
Dudukkan pasien
Memudahkan dalam mengatur tempaagar pasien dapat lebih  tidur
7
Letakan sandaran di tempat tidur (bantal)
Memberi penompang kepala pasien
8
Atur posisi tempat tidur untuk posisi fowler
Untuk memberikan posisi pasien
9
Bantu pasien bersandar
Agar pasien merasa terbantu dan mengurangi gerak berat pasien
10
Anjurkan pasien untuk tetap berbaring di posisi yang telah di berikan
Agar pasien dapat merasa lebih nyaman dan rasa sakitnya berkurang
11
Menanyakan tingkat kenyamanan
Mengetahui tingkat  kenyaman pasien
12
Mencuci tangan
Mencegah transmisi mikroorganisme

B.                 Evaluasi
            hasil yang di peroleh setelah di lakukan tindakan Tanggal 19 juli 2011, jam 05.30 WIB.
-                      Pasien merasa nyaman dan rasa nyeri sedikit berkurang
-                      Pasien dapat beristirahat lebih teratur
-                      fungsi napas berjalan baik














BAB IV
PEMBAHASAN

A.                Kesenjangan

     Dalam semua tahapan yang di lakukan dalam memberikan posisi fowler tidak di temui adanya kesenjangan terhadap teori yang ada, semua sudah  di kerjakan sesuai dengan teori.

B.                 Pembahasan

Semua tindakan sudah sesuai dengan prosedur teori yang ada dalam panduan.


























BAB V
PENUTUP

A.                Kesimpulan
Posisi fowler ataupun semi fowler merupakan posisi setengah duduk atau duduk, di mana bagian kepala tempat tidur berada lebih tinggi atau dinaikan.
Tujuan dari tindakan mengatur posisi ini  adalah memberikan rasa nyaman kepada pasien, agar dapat beristirahat cukup dan memfasilitasi fungsi napas pasien

B.                 Saran
1.                  Bagi pasien
-                      Pasien harus  bersikap tenang dan releks pada saat dilakukan tindakan
-                      Pasien mau untuk mengikuti prosedur yang dilakukan
1.                  Bagi Tenaga kesehatan
-                      Melakukan tindakan sesuai dengan prosedur  tindakan dan bersikap menghargai pasien.



















DAFTAR PUSTAKA

Asmadi(2008) Prosedural keperawatan,konsep dan komplikasi KDM,Salemba Medika: Jakarta
Uliyah,Musrifatul (2008) Ketrampilan Dasar Praktek Klinik  ,Salemba Medika: Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar